The Power of Agriculture

Sebagai mahasiswa yang mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu pertanian, saya sangat bersyukur atas semua makhluk hidup yang diciptakan Tuhan. Tuhan (Allah SWT) telah menciptakan makhluk hidup dan organisme yang beragam bentuk, ukuran bahkan manfaat dan kegunaannya. Saya  juga tidak merasa saya salah masuk jurusan di salah satu dari 5 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, dan perguruan tinggi di bidang pertanian terbaik di Indonesia.

Dulu, sebelum saya mengerti dan memahami fisolofi pertanian, saya menganggap pertanian itu bidang yang remeh, tidak penting, tidak ‘elegan’, panas-panasan dan yah mungkin beberapa kata lain yang dipikirkan orang awam mengenai pertanian. Akan tetapi, saya sekarang tahu dan mengerti, pertanian itu sangatlah penting, pertanian adalah bidang yang mendasari kemakmuran suatu bangsa dan negara. Hal tersebut, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa serta Australia merupakan negara yang sangat maju. Selain maju di bidang industri, negara-negara tersebut juga maju di bidang pertanian. Kalau rata-rata kepemilikan lahan pertanian di Indonesia kurang dari 1 Ha/petani, di negara-negara tersebut rata-rata kepemilikan lahan pertanian sampai puluhan  hektar bahkan dapat mencapai ratusan hektar per petani. Walaupun kepemilikan lahan yang luas, petani-petani di sana tidak mendapatkan kendala yang cukup berarti karena pertanian di sana sudah menerapkan mekanisasi pertanian secara keseluruhan (100% mekanisasi).

Kalau sudah tidak ada lagi lahan pertanian karena semuanya sudah dikonversi untuk perumahan dan membangun pabrik, rakyat kita ini mau makan apa???

Konversi lahan yang terjadi akhir-akhir ini semakin parah. Lahan sawah untuk menanam padi, makanan pokok penduduk Indonesia semakin berkurang. Lahan perkebunan untuk menanam sayuran di dataran tinggi juga berkurang karena dikonversi menjadi vila.

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, diperlukan sekali ‘elit-elit’ pertanian muda yang mampu menghadapi problematika tersebut. Di negara maju, keterbatasan lahan telah dapat diatasi dengan menerapkan teknik pertanian seperti hidroponik dan aeoroponik, selain itu juga terdapat teknologi vertikultur. Akan tetapi, teknologi tersebut belum dapat diterapkan dengan baik di Indonesia terutama bagi petani yang berpendidikan rendah dan bermodal kecil karena teknologi tersebut membutuhkan keahlian khusus dalam mengoperasikannya dan modal yang sangat besar. Sehingga solusi dan teknologi yang murah dan tepat guna sangat diperlukan. Pertanyaannya, seperti apakah teknologi yang murah tapi tepat guna dan dapat diterapkan secara terus-menerus itu??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s