ASimilasi Sulfat (buat paper fistum)

Erna, gue bagian literature yaaa,,, gue dpt dr (Salisbury, Frank B. dan Cleon W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Bandung: Penerbit ITB), silahkan bereksperimen sebaik mungkin buat finishing paper’a, yang ga terlalu penting, dihapus aja, okeokeoke??? hehehe…

 

Asimilasi Sulfat

Sulfat merupakan sejenis garam dari asam sulfat. Reduksi sulfat berlangsung di akar maupun batang tumbuhan, tapi sebagian besar belerang diangkut melalui xylem ke daun dalam bentuk SO42-nonreduksi. Sebagian diangkut kembali ke akar dan bagian lainnya lewat floem, baik dalam bentuk SO42- maupun senyawa belerang organic. Hanya sedikit yang diketahui tentang reduksi SO42- di dalam jaringan tanpa klorofil, tapi sebagian besar reaksi tampaknya serupa dengan yang berlangsung di daun. ATP penting pada masing-masing proses itu. Di daun, semua proses tersebut berlangsung di kloroplas. Di akar, sebagian besar atau mungkin semua proses itu berlangsung di proplastid.

Diawali reaksi sulfat dengan ATP, menghasilkan adenosine-5’-fosfosulfat (APS) dan pirofosfat (PPi). Reaksi tersebut dikatalisis oleh ATP sulfurilase. PPi dihidrolisis dengan cepat dan tak balik menjadi dua Pi oleh enzim pirofosfatase, dan kemudian Pi dapat digunakan di mitokondria atau kloroplas, membentuk kembali ATP. Sulfur APS direduksi di kloroplas oleh elektron yang diperoleh dari feredoksin tereduksi. Sulfida (bebas atau terikat) yang dihasilkan dari reduksi APS tidak tertimbun karena diubah secara cepat menjadi senyawa belerang organik, khususnya sistein dan metionin. Belerang tumbuhan berada di sistein atau metionin dari protein, tapi sejumlah kecil sistein tergabung pada ko-enzim A dan sedikit metionin digunakan membentuk S-adenosilmetionin. Salah satu perannya adalah gugus metilnya dapat diangkut untuk membantu membentuk lignin dan pektin dinding sel, serta flavonoid, seperti antosianin berwarna cerah dan klorofil. Peran lainnya adalah sebagai prazat hormon tumbuhan etilen.

Walaupun tumbuhan, bakteri, dan fungi umumnya mereduksi dan mengubah belerang menjadi sistein, metionin, dan senyawa belerang penting lainnya, mamalia tidak dapat melakukannya. Oleh karena itu, kita dan hewan bergantung pada tumbuhan dalam memeperoleh belerang tereduksi dan khususnya asam amino sistein dan metionin. Karena kita tidak dapat mereduksi NO3, tumbuhan sangat esensial sebagai penyedia nitrogen organik.

 

Herliyana Indahwardani/ A24090055

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s